Inilah Keuntungannya Jika Perusahaan Memberi Asuransi Tambahan Bagi Karyawannya

Inilah Keuntungannya Jika Perusahaan Memberi Asuransi Tambahan Bagi Karyawannya

Memberi fasilitas asuransi pada karyawan adalah salah satu kewajiban perusahaan. Karena karyawan dapat dipandang selain sebagai sumber daya bagi perusahaan agar dapat beroperasi dengan baik. Selain itu, dari sudut pandang human resource, karyawan adalah aset perusahaan. Tidak bisa dipungkiri bahwa selain gaji, fasilitas dan safety dari perusahaan merupakan dua hal yang akan dipertimbangkan seseorang untuk bertahan bekerja di suatu perusahaan.

Sebenarnya, jika dilihat dari sisi akuntansi pun, memberikan fasilitas asuransi merupakan keuntungan sendiri bagi perusahaan. Fasilitas tersebut akan dihitung sebagai beban dan secara faktual akan mengurangi perhitungan laba. Hal ini akan berefek pada pajak penghasilan (Pph pasal 23) yang akan berkurang. Karena itu seharusnya perusahaan tidak perlu ragu memberi fasilitas asuransi pada karyawannya. Misalnya asuransi jiwa dan asuransi kesehatan.

Sekarang mari kita lihat dari sisi karyawan. Misalkan perusahaan kita tidak memberi fasilitas asuransi kesehatan dikarenakan karyawan telah dimasukkan ke BPJS Kesehatan. Saat karyawan tersebut sakit, maka otomatis dirinya akan mengklaim jaminan kesehatan dari BPJS, bukan? Masalah yang kemudian dihadapi adalah birokrasi dan jaminan kesehatan yang terbatas.

1. Birokrasi

Seperti diketahui bahwa untuk mengklaim jaminan kesehatan dari BPJS, pasien harus memulainya dari pemeriksaan di FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama) berupa Puskesmas, klinik pratama, atau dokter keluarga. Masalahnya adalah, tidak semua penyakit bisa diatasi di FKTP. Saat pasien akhirnya dirujuk ke RS, antrian yang mereka lalui relatif panjang dan lama. Banyaknya pasien membuat kebanyakan pasien rujukan harus mengantri sejak pagi sekali, dan mendapat giliran periksa di poli saat siang atau menjelang sore hari. Ini artinya karyawan Anda tadi harus menghabiskan nyaris seharian di RS.

2. Jaminan yang terbatas

Tidak semua penyakit dapat diatasi dengan BPJS, pun tidak semua bisa dirujuk ke RS. Misalnya TB (tuberculosis) pada tahap tertentu. Jika karyawan menderita penyakit yang ternyata tidak bisa diklaim, tentu mereka harus mengeluarkan biaya sendiri. pada tahap awal mungkin bisa diatasi. Namun jika berkelanjutan, akan terasa beratnya.

Dari paparan di atas, akan sangat membantu bagi karyawan jika perusahaan juga menyediakan fasilitas asuransi kesehatan selain BPJS. Selain bisa terhindar dari antrian panjang yang memakan waktu, juga memback up kemungkinan tidak terjaminnya penyakit yang diderita oleh BPJS. Selain itu, fasilitas asuransi ini juga memberi keuntungan tersendiri bagi perusahaan.

- Kinerja karyawan terjaga. Karena mereka tenang bekerja, merasa lebih terlindungi saat mereka atau anggota keluarga inti mereka sakit.

- Tidak ada chaos atau kebingungan saat salah satu karyawan tidak bisa masuk kerja akibat mengantri di RS sementara pekerjaan sedang hectic. Karyawan bisa memilih memakai asuransi kesehatannya yang lain alih-alih bertahan dengan BPJS

- Mengurangi turn over karyawan. karena karyawan merasa dihargai oleh perusahaan, maka mereka akan lebih betah dan lebih loyal.

- Saat perusahaan akan melakukan perekrutan karyawan baru, fasilitas asuransi tambahan akan menjadi nilai plus bagi para calon pelamar kerja untuk mengajukan lamaran.

Inilah Keuntungannya Jika Perusahaan Memberi Asuransi Tambahan Bagi Karyawannya

Asuransi penting lainnya bagi karyawan perusahaan adalah asuransi jiwa. Terutama bagi mereka yang bekerja di pabrik, lapangn, atau bagian lain yang memiliki resiko kecelakaan kerja yang tinggi. Walaupun sudah ada BPJS Ketenagakerjaan, tapi tetap saja tambahan asuransi jiwa lainnya merupakan nilai plus agar karyawan bisa bekerja dengan lebih tenang dan fokus.

Mungkin perusahaan akan merasa berat jika mengeluarkan biaya tambahan untuk dua jenis asuransi berbeda, atau karyawan yang merasa keberatan jika gajinya masih dipotong lagi padahal sudah ada potongan untuk BPJS. Hal itu bisa diatasi dengan memberi pilihan pada karyawan atas jenis asuransi tambahan apa yang mereka butuhkan. Cara lainnya adalah dengan menentukan klausul apa saja yang akan ditanggung oleh asuransi tambahan, dimana klausul ini tidak ditanggung oleh BPJS.

Dengan begitu premi asuransi tambahan juga tidak akan terlalu berat, baik bagi karyawan maupun perusahaan. Kembali lagi, bagi perusahaan biaya yang dikeluarkan akan dianggap beban yang akan berdampak pada kurangnya besar pajak penghasilan yang harus dibayarkan. Namun bagaimana cara memilih perusahaan asuransi yang baik dan kompeten?

Hal pertama yang harus diperhatikan tentu saja adalah track record perusahaan. Perusahaan penyedia asuransi yang baik pasti memiliki track record yang baik pula. Anda bisa melihat dari penghargaan yang mereka dapatkan, jumlah pencapaian mereka per tahun (yang bisa diakses dari website resmi), serta pastikan perusahaan tersebut terdaftar di OJK sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 69/POJK.05/2016.

Lantas, perhatikan juga seluas apa rekanan perusahaan tersebut. Apakah bisa di klaim di berbagai rumah sakit, atau hanya rumah sakit tertentu saja? Waktu proses dan syarat pengajuan klaim juga harus dicermati. Jangan sampai karyawan mengalami kesulitan saat akan melakukan klaim, sementara kondisinya sedang gawat darurat dan memerlukan penanganan segera.

Asuransi jiwa dan asuransi kesehatan adalah dua komponen yang merupakan hak karyawan. saat perusahaan berusaha memenuhi hak karyawannya, maka otomatis karyawan juga akan memenuhi kewajiban mereka untuk bekerja dengan baik dan loyal. Karena akan lebih tenang dan nyaman bagi mereka jika jiwa dan kesehatan telah tercover oleh asuransi. Karena itu perusahaan seharusnya tidak perlu enggan memenuhi hak tersebut.

1 komentar:

  1. artikel yang bagus, jangan lupa mampir untuk bermain
    Judi Online SBOBET Sports
    Nikmati odds terbaik di berbagai pertandingan yang di sajikan dengan pengalaman yang berbeda

    BalasHapus