5 Tips Mudik yang Penting untuk Diperhatikan


5 Tips Mudik yang Penting untuk Diperhatikan
Menjelang hari raya ataupun akhir tahun, mudik merupakan aktivitas yang dilakukan banyak orang. Tidak sedikit orang yang merantau ke kota lain atau bahkan ke negara lain dan biasanya akan kembali ke daerah asalnya untuk melepas rindu dengan keluarga. Meski banyak yang memilih untuk mudik aman menggunakan transportasi umum, namun tak jarang juga yang pergi menggunakan transportasi pribadi.

Persiapan Mudik

Perjalanan mudik umumnya akan menempuh jarak yang tidak dekat. Untuk itu diperlukan persiapan dan kitat-kiat tertentu agar perjalanan menjadi mudah dan lancar. Berikut beberapa persiapan yang sebaiknya Anda lakukan ketika berencana untuk mudik.

  1. Usahakan memilih transportasi umum
Ketika hendak mudik sebaiknya Anda memilih untuk naik transportasi umum. Selain lebih praktis, tentu memilih kendaraan umum akan membuat perjalanan Anda terjamin aman dan juga nyaman. Sebab, Anda tidak perlu menyetir  sepanjang perjalanan.

  1. Bawalah barang seperlunya saja
Ketika hendak mudik, bawalah barang-barang yang Anda perlukan saja seperti baju dan juga celana yang sekiranya akan digunakan. Hal itu akan membuat mudik Anda lebih praktis dan tidak ribet.

  1. Pastikan kondisi tubuh fit
Sebelum mudik, pastikan terlebih dahulu kondisi tubuh Anda dalam keadaan fit. Sebab, kondisi tubuh yang lemah  akan membuat perjalanan menjadi tidak aman untuk Anda.

  1. Rencanakan waktu kembali
Hal lain yang perlu dipersiapkan yaitu hari keberangkatan. Situasi ini penting diketahui  untuk keperluan persiapan, seperti membeli tiket transportasi yang hendak Anda gunakan. Jika tidak direncanakan, nantinya Anda akan sangat tergesa-gesa ketika hendak mudik. Bahkan bukan tidak mungkin Anda akan kehabisan tiket.

  1. Bawa oleh-oleh seperlunya
Hindari membawa oleh-oleh terlalu banyak ketika Anda melakukan perjalanan sendirian dan menggunakan transportasi umum. Bawalah oleh-oleh secukupnya saja. Jika perlu, Anda lebih baik mengirimnya menggunakan ekspedisi daripada harus ribet ketika melakukan perjalanan mudik.

Demikianlah beberapa persiapan mudik aman yang perlu Anda lakukan. Selain itu, penting juga bagi Anda untuk memikirkan perihal keamanan rumah selama ditinggal mudik nanti. Apabila tidak menggunakan jasa keamanan satpam, Anda bisa memasang CCTV di beberapa sudut rumah. Dengan begitu Anda bisa mengawasi keamanan rumah dari jauh.


Menjadi Juara Liga 1 2019 Hingga Disorot Media Luar Negeri.

Menjadi Juara Liga 1 2019 Hingga Disorot Media Luar Negeri.

Bali United sukses menjadi juara Liga 1 2019. Prestasi ini ternyata terdengar sampai ke luar negeri. Salah satu media asing, Fox sports Asia memberitakan keberhasilan Serdadu Tridatu menjuarai kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia itu. Berikut berita sepakbola Indonesia terbaru dilansir oleh Bola Nusantara.

Dalam artikelnya, Fox Sports Asia membuatkan judul "Bali United kunci trofi Liga 1 perdana usai menang 2-0 atas Semen Padang".

\Tidak sampai disitu, Fox Sports Asia juga membahas soal perjalanan Bali United di Liga 1. Mereka menuliskan bahwa musim ini merupakan pencapaian terbaik Bali United setelah hanya mampu menjadi runner-up di Liga 1 2017.

Bali United berhak meraih juara Liga 1 2019 setelah raihan poin sudah tidak mungkin dikejar oleh rival terdekatnya, Borneo FC. Serdadu Tridatu saat ini mengoleksi 63 poin dari 30 laga.

Raihan ini menjadikan Bali United jadi klub tercepat yang mampu mengunci gelar Liga 1 sejak bergulir pada tahun 2017 lalu.

Tidak hanya itu, Bali United juga berpeluang memecahkan rekor poin terbanyak di Liga 1 jika mampu menyapu bersih empat laga tersisa. Sebelumnya, rekor poin tertinggi masih dipegang oleh Bhayangkara FC yang mengoleksi 68 poin saat juara Liga 1 2017.


Sakit Kepala Penderita Diabetes Seperti Vertigo? Ini Sebabnya.


Sakit Kepala Penderita Diabetes Seperti Vertigo? Ini Sebabnya.

Ada banyak pertanyaan mengenai obat vertigo goapotik bisa dikonsumsi oleh penderita penyakit diabetes. Hal ini karena sering kali mengalami sakit kepala dan pusing yang luar biasa, sehingga menganggapnya sebagai vertigo. Biasanya rasa sakit tersebut disebabkan oleh tubuh yang tidak bisa memproduksi atau menyerap insulin. 

Namun tidak semua kalangan yang memiliki penyakit diabetes merasakan sakit kepala yang sangat kuat layaknya vertigo. Rasa pusing dan sakit juga bisa disebabkan oleh kadar gula darah yang tinggi pada pasien. Pasien yang belum terbiasa untuk mengolah gula darah, akan lebih sering mengalami rasa sakit pada kepala yang bisa menyerang kapan saja. 

Hal-Hal Pemicu Sakit Kepala Penderita Diabetes

Ada banyak hal yang menjadi sebab utama Anda merasakan sakit atau pusing, yang bukan disebabkan oleh vertigo. Naik atau turunnya gula darah yang menjadi pemicu utama rasa sakit di kepala, disebabkan oleh perubahan hormon epinefrina dan sebagainya. Untuk lebih jelas berikut ini adalah beberapa penjelasan dari penyebab sakit kepala tersebut. 

1. Hiperglikemia

Hiperglikemia adalah suatu kondisi yang mana kadar gula dalam tubuh menjadi tinggi dan juga melebihi angka 200 mg. Saat tubuh Anda sedang tidak memiliki insulin yang cukup biasanya seperti pada pelepasan hormon dari pankreas maka rasa sakit akan lebih sering terjadi kepada Anda. Umumnya kondisi ini akan sulit mendapatkan gejala awal, sampai mencapai 200 mg. 

2. Hipoglikemia

Kondisi ini disebabkan oleh kadar gula dalam tubuh Anda yang rendah, tepatnya saat berada di bawah 70 mg. Umumnya gejala pada hipoglikemia ini terjadi mendadak, seperti pucat, pusing, gemetar, dan sebagainya. Penyebabnya juga dikarenakan penderita memiliki jumlah insulin yang sangat banyak sehingga kadar gula darah menjadi turun. 

3. Glaukoma 

Glaukoma merupakan suatu gangguan penglihatan yaitu kerusakan pada optik mata karena terdapat tekanan pada mata. Penderita biasanya akan mengalami sakit mata dan juga kepala, yang sangat menusuk dan terasa di bagian belakang mata. Untuk itu disarankan bagi Anda yang menderita sakit diabetes perlu menggunakan cara mengobati pasien diabetes gue sehat yang ampuh. 



Pensiunan Mau Ambil KPR, Apakah Bisa?


Pensiunan Mau Ambil KPR, Apakah Bisa?

Syarat umum dari mengambil KPR salah satunya adalah usia. Biasanya, usia maksimal mengambil KPR adalah 55 tahun. Alasannya karena itu adalah di bawah usia tersebut adalah usia produktif. Namun, bila ada pensiunan yang ingin wujudkan rumah imajinasimu dengan KPR, apakah bisa?

KPR untuk Pensiun

Meski rata-rata usia maksimal dari setiap nasabah yang mengambil KPR adalah 55 tahun, namun nyatanya di tahun 2016 lalu, Bank BTN yang bekerja sama dengan PT Taspen membuat kebijakan untuk memperpanjang batas maksimal pelunasan KPR BTN untuk PNS. Khusus PNS, biasanya usia maksimal adalah 60 tahun.

Namun, sejak kerjasama tersebut bergulir, maka nasabah BTN PNS bisa mencicilnya hingga usia 70 tahun. Keputusan tersebut diambil berdasarkan pertimbangan dana pensiunan dari si PNS asalkan dananya dicairkan via bank BTN. Dengan begitu, si nasabah tetap memiliki penghasilan tetap meski sudah tak produktif.

Keunggulan KPR untuk Pensiun

KPR untuk pensiunan ini ternyata memiliki keuntungan. Salah satunya adalah suku bunga tetap selama 1 hingga 5 tahun dengan besaran 8,75%. Suku bunga ini berlaku baik untuk pembelian rumah baru atau rumah bekas. Sayangnya, tenor yang diberikan cukup singkat, maksimal hanya 15 tahun saja.

Namun, salah satu keuntungan lain yang bisa Anda dapatkan dengan KPR pensiunan ini adalah Anda bisa mengajukan kredit multiguna juga. Platform kredit yang bisa Anda dapatkan adalah sekitar 100 juta yang bisa dicicil hingga 10 tahun.

Apa Syarat Mengajukan KPR untuk Pensiun?

Mengenai syarat untuk pengajuan KPR bagi pemohon yang sudah berusia lanjut alias pensiunan, sebenarnya tidak jauh berbeda dengan mengajukan KPR di usia produktif. Syarat yang harus disediakan adalah dokumen pribadi seperti KTP, KK, NPWP serta surat nikah.

Selain itu, si pensiunan juga harus melampirkan rekening tabungan selama 3 bulan terakhir 
serta dokumen yang bisa dijadikan jaminan. Namun, rupanya KPR untuk pensiunan ini tak hanya bisa untuk PNS saja. Seorang profesional ataupun wirausaha juga bisa mengajukannya dengan syarat yang sedikit berbeda.

Untuk profesional, ia wajib melampirkan SIUP, TDP dan NPWP. Sedangkan untuk wirausaha adalah laporan keuangan perusahaan selama setahun terakhir. Dengan demikian, tidak menutup kemungkinan mereka yang sudah berusia 50 hingga 60 tahun bisa dapat KPR. Asalkan kondisi mereka cukup baik dan penghasilannya tetap setiap bulan.

Bahan Pertimbangan yang Harus Diperhatikan saat Ajukan KPR di Usia Senja


1. Asuransi Kesehatan

Dalam mengajukan KPR di usia senja, ada banyak pertimbangan yang dilakukan pihak bank sebelumnya. Salah satunya adalah asuransi kesehatan yang dimiliki si nasabah. Semakin tua usia seseorang, maka kondisi tubuhnya juga akan menurun. Inilah yang sangat diperhatikan pihak bank.

Jadi, jika pemohon tidak memiliki asuransi kesehatan, bank akan mempertimbangkan untuk menyetujui permohonan KPR atau tidak. Hal ini mereka lakukan untuk mencegah anggaran keuangan yang seharusnya untuk membayar cicilan KPR malah digunakan untuk biaya pengobatan.

Kalau sudah begini, tentunya cicilan KPR bisa terbengkalai dan juga bisa membebani ahli waris atau keluarga yang ditinggalkan bila terjadi sesuatu yang tak diinginkan. Oleh sebab itu, bila Anda ingin mengajukan KPR untuk kredit rumah mudah di usia senja, wajib memiliki asuransi kesehatan atau jiwa lebih dulu.

2. Konsultasi Keuangan

Adanya konsultasi keuangan akan sangat membantu Anda dalam mengambil pinjaman KPR. Dengan demikian, Anda akan lebih mudah menganggarkan pembayaran cicilan sekaligus untuk memiliki simpanan juga. Jika memang Anda hanya mengandalkan dana pensiun, maka sebaiknya Anda memilih rumah dengan harga yang sesuai dengan uang pensiunan.

3. Perbesar Uang Muka

Hal lain yang seharusnya dipertimbangkan saat mengajukan KPR di usia senja adalah uang muka. Cobalah untuk memperbesar uang muka yang diberikan. Dengan demikian, cicilan bulanan yang dikenakan pada Anda bisa diperpendek dan menjadi lebih ringan dalam membayarnya.

Jika Anda memiliki simpanan uang yang cukup besar, tak ada salahnya menggunakannya sebagian besar untuk uang muka. Namun, tentunya baiknya Anda tak menggunakan semuanya. Pasalnya, Anda harus mempertimbangkan anggaran tak terduga yang berkaitan dengan kesehatan dan kebutuhan lainnya.

4. Pilihlah dengan Cermat

Satu lagi, cobalah untuk memilih rumah dengan cermat dan sesuaikan dengan usia dan keuangan Anda. Pilihlah rumah yang berada di lingkungan yang aman dan ramah. Tak masalah bila harus ada di pinggir kota sekalipun. Luas bangunan juga harus diperhatikan agar tak menyulitkan Anda atau ahli waris dalam pelunasan KPR nanti.

Ternyata, para pensiunan juga bisa mengambil KPR untuk bisa wujudkan desain rumah yg bikin relax impian mereka. Meski tenor yang diberikan cukup singkat, namun dengan dana pensiunan yang mereka terima, sudah lebih dari cukup asalkan memilih rumah yang sesuai dengan kantong mereka. Tak apa yang jauh dari pusat kota, asalkan bagus dan baik!